Pengalaman Bekerja di PT Royal Trust Futures, Penipuan?

PT Royal Trust Futures
PT Royal Trust Futures

Awalnya saya kira ini bakal jadi pekerjaan santai. Saya nemu lowongan dari PT Royal Trust Futures, katanya butuh “Admin Staff”. Ya, sebagai fresh graduate yang belum punya banyak pengalaman, posisi ini terdengar aman dan menarik. Siapa yang nggak mau kerja di kantor pusat Sudirman, gedung tinggi, AC dingin, baju rapi, dan kerjaannya cuma input data?

PT Royal Trust Futures sendiri adalah perusahaan pialang berjangka yang sudah cukup lama berdiri—sejak tahun 2005. Mereka punya izin dari Bappebti dan katanya sih terpercaya. Makanya saya pikir, ini perusahaan legit, nggak bakal aneh-aneh.

Setelah apply lewat portal kerja, saya langsung dihubungi. Wawancaranya pun cukup singkat. Mereka lebih banyak cerita soal perusahaan dan “potensi penghasilan besar”. Saya jadi mikir, lho kok ini kayak sales ya? Tapi karena posisi yang ditulis tetap “admin” dan saya nggak dikasih penjelasan aneh-aneh, saya anggap aja mereka promosiin biar saya semangat.

Hari pertama training mulai. Isinya… ya ampun. Bukan soal administrasi sama sekali. Kami diajarin tentang produk investasi berjangka seperti forex, emas, dan indeks. Saya mulai curiga.

Hari kedua makin jelas: kami dikasih skrip telepon dan diajarin cara presentasi supaya orang tertarik “investasi” di perusahaan ini. Waduh, jadi marketing nih. Waktu saya tanya ke salah satu trainer, dia jawab, “Memang awalnya gitu, nanti kamu bisa naik jadi supervisor kalau perform.”

Oke, saya masih coba positif thinking. Mungkin ini masa orientasi dulu. Tapi seminggu berlalu, dua minggu berlalu, nggak ada kerjaan admin sama sekali. Setiap hari tugas saya nelpon orang, tawarin investasi, dan ajak mereka datang ke kantor untuk presentasi. Targetnya? Minimal bawa satu nasabah deposit Rp15 juta per minggu. Kalau nggak, ya siap-siap dimarahi atau “dimotivasi dengan keras.”

Masalahnya bukan cuma itu. Gaji pokok? Nihil. Katanya ada insentif, tapi itu pun kalau berhasil bawa nasabah. Kalau enggak? Ya pulang dengan tangan kosong. Banyak teman seangkatan saya yang cuma bertahan seminggu, bahkan ada yang kabur saat jam istirahat dan nggak balik lagi. Saya sendiri bertahan hampir sebulan—itu pun karena saya masih penasaran dan berharap ada perubahan. Tapi ternyata enggak.

Yang lebih menyakitkan, saya sempat bawa satu orang teman buat jadi nasabah karena saya kepepet target. Dia ikut, deposit, lalu akhirnya rugi karena market bergejolak dan dia nggak punya pengalaman sama sekali. Saya ngerasa bersalah banget. Dari situ saya sadar, saya nggak bisa lanjut. Ini bukan kerjaan yang saya harapkan.

Akhirnya saya resign. Tanpa surat rekomendasi, tanpa pengalaman yang bisa saya tulis di CV selain “pernah belajar public speaking secara paksa.” Tapi saya ambil pelajaran besar: jangan gampang tergoda dengan lowongan yang nggak transparan.

Buat kamu yang lagi cari kerja, terutama di bidang keuangan atau investasi, hati-hati sama yang namanya “lowongan admin” tapi ternyata jobdesk-nya nyari nasabah. Tanya dengan detail waktu interview, dan cari review karyawan sebelumnya. Banyak kok yang udah cerita pengalaman serupa, tinggal kamu telusuri aja.

Saya nggak bilang semua perusahaan pialang kayak gini, ya. Tapi kalau kamu ketemu lowongan yang terlalu umum dan pas wawancara malah diajak presentasi soal “investasi luar negeri” atau “cuan besar”, mending langsung pamit baik-baik. Nggak worth it buang waktu dan tenaga buat hal yang nggak jujur dari awal.

Apakah PT Royal Trust Futures penipuan?

PT Royal Trust Futures bukan perusahaan ilegal atau bodong. Mereka adalah perusahaan pialang berjangka yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) serta merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Secara legalitas dan izin, perusahaan ini sah dan diakui pemerintah.

Namun, pertanyaan “apakah penipuan” sering muncul bukan karena soal legalitas, melainkan karena praktik rekrutmen atau model bisnis mereka yang dianggap “menyesatkan” oleh sebagian mantan karyawan atau pelamar. Misalnya:

  • Jobdesc tidak sesuai dengan iklan (contoh: melamar posisi admin tapi disuruh mencari nasabah).
  • Sistem penghasilan hanya berbasis komisi, tanpa gaji tetap, tapi ini tidak dijelaskan sejak awal.
  • Target tidak realistis dan tekanan tinggi, yang bisa membuat orang merasa dimanfaatkan.

Jadi, bukan penipuan dalam arti hukum atau kriminal, tetapi praktik semacam ini bisa dibilang tidak etis atau manipulatif secara profesional, tergantung sudut pandangnya.

Jika kamu (atau seseorang yang kamu kenal) merasa dirugikan secara nyata, bisa lapor ke:

  • Bappebti untuk praktik perdagangan berjangka yang mencurigakan.
  • Kementerian Ketenagakerjaan atau Lapor.go.id jika terkait ketenagakerjaan (jobdesc menipu, gaji tidak dibayar, dll).

Namun, dari sisi kenyamanan kerja dan transparansi terhadap calon karyawan, perusahaan ini sering kali mendapat sorotan negatif. Saya merangkum review dari orang yang pernah kerja di sana dari linkedin, jobstrees dan lain-lain. Banyak ulasan dari mantan karyawan yang menyebutkan:

  • Jobdesk tidak sesuai dengan iklan lowongan.
  • Sistem kerja yang sangat menekankan pencarian nasabah (mirip direct selling).
  • Tidak ada gaji tetap, penghasilan hanya berdasarkan komisi.
  • Tekanan target yang tinggi.
  • Turnover karyawan yang sangat cepat.

Apakah layak untuk bekerja dalam jangka waktu lama di sana?

➡️ Tidak, jika kamu mencari kestabilan karier, jobdesk yang jelas, dan lingkungan kerja profesional.
➡️ Ya, jika kamu memang tertarik di dunia sales-investasi, punya jaringan kuat, dan siap kerja keras demi komisi tinggi.

PT Royal Trust Futures bisa jadi tempat belajar mental dan teknik marketing di awal karier, tapi untuk jangka panjang, bukan tempat ideal bagi mereka yang menginginkan jenjang karier yang sehat, gaji stabil, dan jobdesk yang sesuai dengan iklan.

Apakah kamu atau temanmu pernah mengalami hal tidak menyenangkan langsung dari perusahaan ini? Kamu bisa menceritakan sedikit di kolom komentar.