Beberapa tahun lalu bisnis database atau pin koveksi marak dipromosikan di sosial media bahkan banyak mengaet artis ternama guna mempromosikan bisnis tersebut. Namun, apa kamu tahu cara kerja dari database atau pin konveksi ini?

Pengertian Bisnis Jual Beli Database

Bisnis jual beli database ini populer pada tahun 2016-2017 silam. Sesuai dengan namanya, barang yang dijual adalah file database yang berisi kontak pengusaha konveksi yang diklaim sebagai tangan pertama. Tujuan penjualan dari data kontak ‘tangan pertama’ ini diharapkan dapat membantu orang-orang yang mencari produsen (tangan pertama) guna mendapatkan harga yang lebih murah.

Sejatinya, bisnis ini menyediakan apa yang dibutuhkan oleh online shop atau reseller. Ketika kamu membuat online shop, tentunya kamu butuh produk, bukan?

Untuk mendapatkan produk, kita butuh vendor atau konveksi, inilah yang menjadi dasar bisnis database tersebut. Jadi, pertanyaan besarnya, apa sih Database?

Database versi bisnis ini adalah file yang berisi list-list konveksi yang memberikan harga murah atau terjangkau.

Database ini dijual dengan tujuan awal, agar orang yang ingin berjualan online shop bisa mendapatkan barang dengan harga yang murah. Alhasil, karena orang Indonesia yang kelewat kreatif, yang dijual malah databasenya.

Bagi kamu, mungkin terasa aneh, namun percayalah, inti dari bisnis database adalah berjualan database.

Bisnis jual beli database ini melibatkan para anggota (member) yang tergabung dalam suatu grup pada media sosial
line yang bertugas mempromosikan bisnis yang mereka geluti kepada masyarakat untuk diajak bergabung dengan cara memberikan iming-iming keuntungan ratusan ribu pada setiap harinya.

Objek yang mereka jual adalah kumpulan kontak pabrik konveksi dan kontak supplier (first hand). Adapun maksud dari pabrik konveksi adalah pabrik sepatu, baju, tas, dll, sedangkan maksud dari kontak supplier (first hand) adalah pedagang tangan pertama, di mana ia menjual barang yang ia peroleh langsung dari pabrik.

Baca juga:   Profil Biodata Lengkap Tentang Siapa Itu Alan Suryajana

Tentunya dengan membeli database kontak konveksi, para pedagang konveksi sangat terbantu karena dapat membeli langsung ke pabrik konveksi/ tangan pertama, serta dapat juga membeli pada supplier (first hand), sehingga mendapat harga murah. Keuntungan tersebutlah yang menyebabkan harga jual pada bisnis jual beli database terbilang mahal.

Cara Kerja Bisnis Database

Database ini dijual dengan iming-iming yang wah supaya database tersebut terlihat mahal, eksklusif, tidak semua orang tahu sehingga dibuat mahal (ratusan ribu rupiah).

Sehingga, jika kamu ingin beli, kamu harus join dulu dengan transfer ke rekening mereka. Barulah mereka ‘mengajari’ cara berjualan database.

Setelah join, kamu akan diajarkan cara menjual lagi database tersebut,dengan kata lain, kamu diajarkan untuk menjadi mereka, caranya? Dengan membuat testimoni palsu, menipu di iklan Line, Instagram, tarik duit yang banyak di Atm terus dipamerin.

Katakanlah kamu membeli Database seharga Rp 200,000 lalu kamu berhasil menjual ke 3 orang dengan harga yang sama. Kamu sudah profit Rp 600,000,- !

Lha kalau bisa dapat profit, artinya untung dong?

Semuanya terserah kamu, mau menjadi pengusaha atau jadi orang yang melakukan pembodohan publik?

Bisnis ini sangat mengundang pro dan kontra. Jujur, tidak ada keuntungan sama sekali dari bisnis pembodohan ini. Memang, bisnis ini tidak menipu, tapi membodohi. Kamu dipaksa untuk menjual lagi database bukan memanfaatkan database tersebut untuk membuat bisnis online kamu sendiri.

Sadarkah, dari skema di atas, bukankan semakin banyak orang memiliki file database tersebut? Tentu saja, sekalipun kamu join sekarang, peluang kamu “meraih untung” rendah karena saingan kamu banyak. Pembeli dari databasemu otomatis sudah menjadi sainganmu!

Sering kali database tersebut tidak akurat dan banyak data yang error atau missing. Sekalipun kamu beli database untuk online shopmu, ada kemungkinan tidak terpakai karena tidak valid.

Baca juga:   Alasan Kenapa Gerai Alfamart dan Indomaret Selalu Berdekatan, Persaingan Abadi!

Informasi kontak yang ada di dalamnya ada sebagian (mungkin kebanyakan) mati karena sudah ganti nomor hp atau alamat email. Sayangnya kamu tidak akan diberi tahu perkara tersebut sebelum membelinya.

Semakin banyak yang join, otomatis pesaing makin banyak. Semakin tinggi kompetitior maka harga akan semakin rendah.

Kejanggalan Bisnis Pin Konveksi

Akan tetapi, setelah diteliti terdapat kejanggalan dalam bisnis ini, yaitu:

  • Pertama, tidak semua kontak pabrik konveksi dan kontak supplier (first hand) yang diberikan oleh upline-nya dapat dihubungi.
  • Kedua, tidak ada jaminan kekonkritan pada kontak yang mereka jual, karena tidak semua kontak adalah kontak pabrik konveksi dan supplier (first hand), terdapat juga kontak milik pribadi seseorang yang tidak menawarkan jasa apapun.
  • Ketiga, tidak semua uang yang ditampilkan pada profil picture atau diklaim sebagai hasil bisnis ini adalah uang yang didapat karena bisnis ini, terdapat juga uang yang mereka tampilkan adalah uang milik mereka sendiri atau uang milik orang tua mereka. Ini hanyalah trik yang digunakan para anggota untuk menarik masyarakat.
  • Keempat, ketika pembeli merasa dirugikan akan hal ini, para anggota pun tidak tahu-menahu terkait objek yang telah diperjual belikan. Mereka hanya menyarankan untuk menghubungi kontak yang lengkap. Maksudnya adalah kontak yang terdapat alamat dan nomor telepon.

Apakah Bisnis Database Masih Laku Saat Ini?

Bisnis ini kemungkinan tidak akan laku, kenapa? Terlalu banyak pesaing, banyak orang kena spam akibat iklan bisnis tersebut sehingga sudah antisipasi duluan.

Tidak ada refund. Alhasil website dari database tersebut ternyata kebanyakan tidak bisa diakses, dan kamu tidak bisa refund. Mau gak mau, setelah join, kamu harus jualan database nya.

Baca juga:   Jual Beli Akun Streaming Ilegal, Gimana Caranya?

Jika kamu perhatikan, iklan database yang sering nongol di Instagram, selalu mematikan fitur komentar supaya tidak ada yang komplain atau ‘keluhan penipuan’ lainnya. Sasaran mereka adalah orang-orang bodoh, kepepet dan kelewat polos.

Bisnis database / pin konveksi ini cocok untuk kamu yang:

  • Ingin menghabiskan uang secara cepat.
  • Ingin cepat kaya tanpa usaha.
  • Kalaupun bisa sukses, hanya sebentar.
  • dll,

Namun, bisa saja bisnis ini akan kembali populer tapi dikemas dengan cara yang berbeda dan juga produk yang berbeda pula, hanya saja cara kerjanya masih sama.

Apakah Berjualan Database Halal?

Jika menurutmu menjual file sampah kepada orang yang tidak tahu kalau itu sampah bisa dianggap halal silahkan. Tetapi penulis menganggap bisnis ini ilegal sekaligus haram bagi siapapun.

Jadi jawaban singkatnya, bisnis jual beli database adalah haram!

Bisnis database ini sangat tidak masuk akal (pembodohan). Saking desperatenya mencari orang untuk join, banyak diiming-imingi untuk masuk ke grup eksklusif contoh (Grup Jutawan Sukses), dan diiming-imingi untuk dibimbing sampe sukses. Pasti kamu sudah bosan mendengarnya.

Tidak ada bisnis yang instan, lha mie yang instan aja perlu dimasak dulu kok. Cari tahu dulu seluk beluknya sebelum kamu join ke dalamnya.

5 Comments

Write A Comment