Pengalaman Kerja Sebagai Driver Ojek Online – Beberapa tahun belakangan profesi ojek online sangat diminati karena tidak dibutuhkan skill khusus untuk melakoninya, hanya perlu bisa mengendarai motor ataupun mobil.

Pendapatan yang dihasilkan dari ojek online ini berbanding lurus dengan usaha kamu dalam menjalankannya, istilahnya makin banyak narik, makin banyak duit. Oleh sebab itu ojek online dituntut untuk rajin dalam bekerja. Saat ini ojol yang beredar di jalanan Indonesia sudah sangat banya, yang paling terkenal di antaranya:

  1. Driver Grab
  2. Driver GoJek
  3. Driver Maxim
  4. Driver Indriver

Pengalaman Kerja Menjadi Driver Ojol

Banyak driver yang menjadikan profesi ojek online sebagai pekerjaan utama, namun ada juga yang menjadikannya sebagai penghasilan sampingan. Hal ini karena driver tidak terikat jam kerja (fleksibel), bisa narik kapan saja dan dimana saja, semua kembali ke pribadi masing-masing.

Selain itu makin meningkatnya jumlah aplikator juga berperan dalam meningkatnya pengguna layanan ojek online. Umunya untuk menarik minat pengguna, para aplikator menawarkan diskon di masing-masing layanan mereka.

Apa itu aplikator? Aplikator adalah penyedia layanan (aplikasi) ojek online itu sendiri, contohnya: Grab, Maxim, GoJek, dan Indriver.

Sebelumnya telah disinggung bahwa ada yang menjadikan profesi ojek online sebagai pekerjaan utama maupun sampingan, namun ada lagi yang menjadi mitra dari dua aplikator sekaligus. Jadi satu orang menjadi dua driver di dua aplikasi berbeda, misalnya driver Grab sekaligus driver shopee food.

Istilahnya sambil menyelam menanam padi, hehe. Jika satu orang mengampu dua pekerjaan sekaligus, lantas bagaimana dengan seragam (jaket) yang dia pakai?

Baca jugaPengalaman Bekerja Sebagai Kurir (JNE, J&T, Tiki) Berapa Gajinya?

Biasanya mereka menggunakan satu identitas saja, misalnya hanya menggunakan jaket Grab. Mungkin kamu pernah mememsan Shopee Food tapi yang mengantar malah menggunakan jaket Grab bukan Shopee. Alasannya ya karena dia menjadi dua mitra sekaligus di waktu yang sama.

Penghasilan Driver Ojek Online

Berdasarkan data yang diambil dari pengalaman kerja sebagai driver ojol, besar kecilnya penghasilan yang menentukan adalah diri kita sendiri. Semakin kamu rajin ‘narik’ semakin banyak uang yang kamu bawa pulang.

Baca juga:   Apa Itu THP Dalam Gaji Karyawan?

Umumnya dalam satu hari, diver ojek online mampu menghasilkan Rp 200.000 sampai Rp 300.000 dalam delapan jam kerja. Selain faktor rajin narik, pendapatan driver juga dipengaruhi oleh ramai tidaknya orderan, akun mitranya ‘gacor’ atau tidak. Kalau misalnya sepi orderan ‘anyep’ ya penghasilannya kecil tidak peduli kamu berapa lama kamu mangkal.

Untuk mengakali orderan ini, trik yang manjur dipakai untuk mendapatkan order adalah saat di pagi hari driver ojek online sering mangkal di daerah padat penduduk. Hal ini bertujuan untuk menyaring orderan dari orang-orang yang akan berangkat kerja ataupun bepergian ke pasar.

Nah, pada siang harinya mangkal di daerah perkantoran untuk menyaring orderan dari para pekerja kantoran. Sore hari saat pulang kerja juga ramai orderan di daerah ini karena masih banyak karyawan yang pulang pergi naik ojol. Tentu saja hal ini mampu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga yang kamu punya.

Syarat Mendaftar Menjadi Driver

Mungkin kamu berminat untuk melakoni pekerjaan ini dan tertarik untuk mendaftar sebagai ojek online di salah satu aplikator. Jika demikian, ada baiknya kamu mengetahui apa saja syarat menjadi driver ojek online:

  1. Memiliki Kendaraan Pribadi
  2. Memiliki SIM C
  3. KTP
  4. Memiliki Rekening Atas Nama Sendiri
  5. STNK Motor Hidup – Tidak Bermasalah dengan Pajak
  6. SKCK (Tidak Semuanya)
  7. Bisa Mengendarai Motor, Hehe

Suka Duka Menjadi Driver Ojek Online

Tiap pekerjaan pastilah punya plus minus masing-masing, tinggal si drivernya sendiri sanggup tidak menerima semua itu. Lagian juga kerjaan mana sih yang enak terus? Jika kamu penasaran dengan suka duka profesi per-ngojekan ini, simak daftarnya di bawah ini. Penjelasan di bawah diambil dari pengalaman kerja driver ojek onlinenya yang diwawancara lansung oleh penulis.

Driver Ojek Online
Driver Ojek Online

Enaknya Jadi Driver Ojol

Jika ditanya, apa sih enaknya jadi driver ojol? Ada beberapa poin untuk menjabarkan enaknya menjadi driver ojek online. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Jam kerja bebas – Jika perkejaan ‘normal’ biasanya mulai kerja dari jam 09:00 sampai 17:00, untuk driver ojek online tidak terikat waktu dan tempat alias bisa kerja kapan saja dan dimana saja. Hari libur juga terserah mau kapan saja, libur satu minggu full juga gak masalah tapi hal ini akan berpengaruh pada rating aplikasi mitra diver itu sendiri. Jika kamu sering bolos maka rating akan turun, jika rating turun maka jumlah orderan yang masuk ke akun tersebut ikut turun juga.
  2. Makin rajin, makin banyak duit – Semakin rajin driver ojol OnBid (menyalakan aplikasi) maka jumlah orderan yang masuk akan semakin banyak, jika orderan banyak ya sudah pasti penghasilan akan sama banyaknya. Intinya rajin-rajinlah narik supaya banyak duit!
  3. Banyak kenalan – Emang siapa kenalannya? Bisa dari ruang lingkup ojol itu sendiri ataupun dari pelanggan. Namanya juga ‘tukang ojek’ pasti sering-sering mangkal, dari sanalah driver ojek online mendapat banyak kenalan (relasi), biasanya juga driver punya komunitasnya masing-masing, bahasa gaulnya circle gitulah.
  4. Reward (tidak semua) – Reward ini hanya ada di beberapa aplikator, contohnya Gojek. Jika jumlah antar-jemputnya banyak, si driver ini akan mendapatkan reward bonus berupa poin. Poin ini bisa ditukarkan dengan uang ataupun belanjaan, semacam tebus murah. Untuk driver ojol lainnya juga sering mendapat tip dari customer yang diantar, apalagi jika si driver ramah ke pelanggan.
Baca juga:   Bagaimana Cara Perhitungan Gaji Youtuber?

Baca jugaPengalaman Bekerja di Indomaret, Suka Duka, Berapa Gajinya?

Duka Menjadi Menjadi Driver Ojek Online

Jika sudah mengetahui gak enaknya jadi ojol, kini kamu wajib tahu apa saja sih kekurangan ataupun duka menjadi driver ojol, sebagai berikut:

  1. Siap panas dingin – Maksudnya? Ya namanya juga kerja lapangan, siap-siap aja melawan cuaca. Panas ya kepanasan, ujan keujanan, kalau imun tubuh lemah bisa jadi masuk angin. Tidak apa, lama-lama akan terbiasa. Jangan lupa siapkan jas hujan, kalau panas silahkan mangkal di bawah pohon rindang atau warkop.
  2. Kondisi kendaraan – Namanya juga tukang ojek, kendaraan adalah tulang punggung pekerjaan. Jadi kalau motornya bermasalah, terpaksa kamu tidak bisa ngojek sampai motor sehat kembali. Oleh sebab itu kamu harus memantau kondisi motor itu sendiri, pastikan olinya rajin di ganti.
  3. Stigma – Pandangan kebanyakan orang soal pekerjaan ojek online ini umumnya dianggap rendah dan tidak sekeren pekerjaan lainnya, kerja kantoran misalnya. Padahal jika dilihat dari penghasilan, ojek online punya potensi untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih banyak dari karyawan biasa. Jika kamu dihina dan sebagainya, tidak usah dihiraukan, yang ngasih makan kamu bukan dia, lahgian kalau dia gak punya duit paling minjemnya ke kamu.
  4. Rawan Senggolan – Bukan senggolan di jalan tapi senggolan kepentingan. Kepentingan dengan siapa? Dengan opang (ojek pangkalan) karena ada beberapa titik yang memiliki peraturan tidak tertulis yang mengharuskan ojek online tidak boleh menaik turunkan penumpang di tempat itu karena di wilayah tersebut adalah tempat para ojek pangkalan. Contohnya di stasiun ataupun terminal tertentu.
  5. Rawan Nyasar – Salah jalan itu hal biasa, nyasar juga sama biasanya, seringlah pokoknya apalagi kalau driver dan penumpang sama-sama gak hafal jalan. Hindari salah jalur di jalan besar/jalan raya, bisa-bisa kamu ketilang polisi.
Baca juga:   Pengalaman Kerja Menjadi Resepsionis Hotel, Berapa Gajinya?

Gaji Driver Ojek Online

Berapa gaji driver ojol? Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pendapatan ataupun gaji dari driver ojek online sejalan lurus dengan seberapa rajin si driver ini narik. Singkatnya, gaji ojol sangat bervariasi, fluktuatif, tidak tetap.

Namun jika harus mengira-ngira, gaji driver ojek online dalam sehari kerja (8-9 jam) biasa mendapatkan Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Artinya dalam sebulan driver ojol mampu menghasilkan Rp 6.000.0000 sampai Rp 9.000.000, dengan asumsi si driver tidak libur dan kinerjanya konsisten setiap harinya.

Penutup

Demikian artikel tentang pengalaman kerja menjadi seorang driver ojek online yang saat ini banyak dijadikan alternatif pekerjaan. Intinya pekerjaan ini berpotensi untuk menghasilkan uang yang lebih banyak dibanding karyawan biasa, namun kembali lagi pada kinerja driver itu sendiri.

Jika tertarik untuk mengetahui artikel seputar pengalaman kerja, simak terus tulisan di rubuh.com, terimakasih sudah membaca!

Bonus:

Bonus Foto Driver Ojol

 

 

1 Comment

Write A Comment

close